Aku Rindu

Aku meyakini bahwa tidak ada yang benar-benar hilang.

Mereka yang tiada hanya sedang tidak berada di tempatnya.

Aku percaya bahwa tidak semua cerita bisa kita tuntaskan.

Pada bagianmu selesai, tapi di alinea lain sedang dimulai cerita tanpa koma.

Kita semua harus puas dengan keberadaan diri sendiri yang mungkin bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja, atau bahkan berakhir dengan tanda tanya.

Atau mulai memaksakan diri kembali ke masa itu dan kembali mengingat…

Kamu kan belum tua, kumpulkan memori yang ada. Jangan kalah menjadi tua tapi kosong. Sudah otak kau kosongkan, hati apalagi? Mayat hidup bukan.

Biasakanlah.

Apa lagi?

Ayo kita mulai menyalakan api… aku harap tubuhmu bisa menikmatinya…aku membangun cerita ini begitu sedap mungkin lebih baik dari sekedar bercinta, ini tentang patah hati.

Kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan.

Aku biasa melihatmu

Aku biasa menggenggam tanganmu

Aku biasa bercanda dengan mu

Aku biasa tersenyum dan memaksa hati gembira menerima chat darimu.

Satu-satunya orang yang membuatku percaya bahwa tidak akan ada lagi tangan yang sanggup menggenggamku.

Hingga pada suatu hari, pada saatnya dia memilih untuk hilang…

Aku masih berusaha menghidupkannya, setiap hari.

Dia masih bersamaku, raga yang sama.

Tapi keindahannya mati oleh ambisi.

Aku gagal, aku gagal membunuh binatang liar dalam dirinya… dia yang memeluk cintaku lebih erat kemudian membunuhku perlahan oleh perasaan yang bayang akan kehilangan jati dirinya dengan cekat…

Aku rindu…

4 tanggapan untuk “Aku Rindu

Tinggalkan Balasan ke Agnes Putri Batalkan balasan