Untuk kamu yang pernah berkisah sekaligus penyakit di pilihan hidup yang sulit, membuatnya menjadi pelik adalah hobimu pada saat itu.
Mari kita sederhanakan saja;
Menjadikanku sembuh bukanlah tugasmu, tapi karena kamu sembuhku semakin mustahil.
Berapa kali sudah, lewat setengah dari nafas yang berhembus hanya berlafas namamu. Hampir lelah aku menyusuri pikiranku dan setiap dindingnya berisi kebodohanku. Tentang kamu yang setiap waktu menyalakan api dalam hati.
Bukan tugasmu menyembuhkanku;
Aku sudah bersahabat dengan rasa takut itu, rasa takut paling besar yang pernah ingin membunuhku:
Kehilanganmu…
Teruntuk kamu yang hari ini meniatkan hati hendak meminang wanita lain selain daripadaku, jiwamu masih milikku…
Sebab sembuhku akan menjadi hutangku padamu…
Aku akan membayarnya, sampai bertemu lagi di permainan yang lainnya 🙂

