Tanya

Biar aku eja, setiap kata yang bermakna warna. Sebagian luntur dilekang masa tapi tak jemu indah kusangka. Aku berdiri di tengah halaman berpadangkan bahagia berlangitkan mendung. Di ujung alinea pembuka yang membentuk paragraf lalu bercerita. Sedang apa kamu di sana? Di halaman mana kamu berada? Di titik atau di koma keberapa kita akan bertemu? Atau kita melulu pada tanda baca tanya saja? Biar kuserukanmu pada bagianku, kutulis kalimat bertuliskan namamu. Agar maknamu tak hanya aku yang rasa —

Tinggalkan komentar